Kesehatan

Berbagai Fakta Tentang Kopi Yang Belum Kalian Ketahui

Berbagai Fakta Tentang Kopi Yang Belum Kalian Ketahui
Posted by Adelice





Minum kopi harian dalam jumlah sedang menurunkan risiko penyakit seperti kanker hati dan endometrium. Kopi secara luas dianggap sebagai “obat ajaib” yang dapat membantu Anda hidup lebih lama. Komponen antioksidan dalam kopi memberikan efek ini.

Berapa jumlah kopi yang ideal? Secangkir kopi kental dibuat dengan mencampurkan 1 bagian kopi dengan 20 bagian air (sekitar 7,5 g kopi dengan 150 ml air). Beberapa orang lebih suka menyeduh kopi mereka dengan rasio 1:14 atau 1:30.

Kopi memiliki efek yang berlangsung sekitar 5 jam. Setelah 5 jam, seseorang yang minum 40 mg kafein akan memiliki 20 mg tersisa di sistem mereka. Kadar kafein dalam darah akan mencapai puncaknya 15 sampai 45 menit setelah minum minuman berkafein.

Konsumsi kopi saat perut kosong dapat meningkatkan kadar asam lambung. Asam lambung bersifat pedas dan dapat membahayakan lambung jika dibiarkan kosong, terutama bila dikombinasikan dengan kopi. Peningkatan asam lambung menyebabkan mual, pusing, dan vertigo pada orang-orang tertentu.

Pencegahan diabetes adalah salah satu keunggulan kopi hitam tanpa gula. Keuntungan lain dari kopi hitam tanpa gula adalah membantu mencegah diabetes. Sensitivitas insulin akan berkurang jika Anda minum kopi setiap hari. Artinya, pengaturan gula darah dalam tubuh menjadi lebih terkontrol.

Risiko Terlalu Banyak Kopi – Mengganggu tugas sehari-hari. Kopi diklasifikasikan sebagai obat penenang.
– Menyebabkan asam lambung naik. Karena kopi memiliki rasa yang asam, maka dapat menyebabkan kerusakan lambung jika diminum secara berlebihan.
– Meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
– Menyebabkan masalah gigi.

Minum kopi secara teratur dapat menyebabkan berbagai masalah pencernaan, termasuk sakit perut, mual, muntah, dan mulas. Kopi dapat menyebabkan diare, sakit maag, dan penyakit asam lambung jika diminum setiap hari atau berlebihan (GERD).

Kopi memberikan berbagai manfaat kesehatan selain rasanya yang enak, menurut banyak penelitian. Menjaga kesehatan jantung, menjaga berat badan yang optimal, meminimalkan risiko diabetes, dan lain sebagainya adalah beberapa manfaat kesehatan dari kopi.

Penggunaan kopi yang berlebihan telah terbukti mengganggu kesuburan pada wanita. Komponen kafein kopi diduga menjadi penyebabnya, karena dapat mengurangi peluang seorang wanita untuk hamil hingga 27%.

Kafein meningkatkan detak jantung, memungkinkan lebih banyak darah diedarkan ke seluruh tubuh. Wanita yang mengonsumsi kopi juga dapat meningkatkan mood mereka saat menyelesaikan tugas sehari-hari.

Untuk kesehatan yang lebih baik, ini adalah kategori orang yang harus menghindari kopi.
– Pasien sindrom iritasi usus besar.
– Orang yang mengalami aritmia karena penyakit jantung bawaan.
– Ibu hamil.
– Ibu yang sedang menyusui.
– Orang yang memiliki masalah tidur.
– Individu yang menderita kecemasan atau episode panik.
– Penderita diare.

Kopi mengandung asam klorogenat dan kafein, yang dapat meningkatkan produksi asam lambung. Sementara itu, senyawa N-methylpyridinium (NMP) yang juga terdapat dalam kopi, bekerja mencegah iritasi lambung dengan menghambat pelepasan asam.

Mengkonsumsi kopi instan secara teratur, bahkan berlebihan, dapat meningkatkan risiko diabetes. Gula atau pemanis buatan ditemukan dalam kopi sachet, yang mungkin berbahaya jika dikonsumsi secara konsisten. Jika Anda terpaksa minum kopi sachet, gantilah dengan minum lebih banyak air.

Mereka harus mengkonsumsi tidak lebih dari 200 mg kafein setiap hari (setara dengan 2 cangkir kopi). Bahkan pada orang dewasa, penggunaan kopi mungkin memiliki konsekuensi negatif. Akibatnya, Anda harus membatasi konsumsi kopi Anda tidak lebih dari 2-3 cangkir setiap hari.

Akibatnya, waktu optimal untuk minum kopi adalah di tengah hingga larut pagi, saat kadar kortisol Anda lebih rendah. Kopi dapat dinikmati antara pukul 09.30 dan 11.30 bagi mereka yang bangun sekitar pukul 06.30.

Otoritas Keamanan Pangan Eropa merekomendasikan agar wanita dan pria tanpa riwayat penyakit mengonsumsi 400 miligram kopi per hari. Ini sama saja seperti empat cangkir kopi.

Kopi boleh diminum saat menstruasi asalkan tidak dikonsumsi secara berlebihan. Namun, jangan lupa untuk mendapatkan istirahat dan tidur yang cukup agar tubuh Anda tidak memburuk. Yang perlu diketahui, saat menstruasi, wanita dianjurkan untuk membatasi asupan minuman berkafein. Kopi telah dikaitkan dengan keterlambatan menstruasi.

Menurut Jeffrey Roberts, seorang ginekolog dan dokter kandungan Kanada, kafein dalam kopi dapat merangsang sistem saraf dan membatasi pembuluh darah, sehingga mengganggu kehamilan.

Masker kopi mengandung asam klorogenat, yang dapat digunakan untuk mengobati jerawat serta hiperpigmentasi. Kehadiran asam klorogenat membantu dalam pengobatan jerawat yang disebabkan oleh bakteri. Selanjutnya, asam klorogenat mengandung sifat anti-inflamasi, sehingga berguna untuk mengobati jerawat yang meradang.

Oleh karena itu, masker kopi efektif menghilangkan minyak berlebih dari kulit dan memperbaiki penampilan kulit wajah. Melembutkan dan menghaluskan wajah, meminimalkan hiperpigmentasi, dan menghilangkan kantung hitam di sekitar mata adalah semua manfaat masker kopi untuk kulit wajah.

Jika remaja mengonsumsi kopi terlalu banyak, mereka mungkin mengalami insomnia, sakit kepala, lekas marah, dan jantung berdebar-debar. Akibatnya, anak-anak harus menghindari minum kopi dalam jumlah besar.

Kopi sebenarnya tidak disarankan untuk penderita maag karena kadar kafeinnya dapat meningkatkan pembentukan asam lambung. Kafein dapat mengendurkan otot kerongkongan dan mengiritasi dinding lambung, membuat gejala maag lebih mungkin untuk kembali.

Salah satu efek negatif kopi pada ginjal adalah peningkatan kemungkinan batu ginjal. Batu oksalat adalah salah satu jenis batu ginjal yang paling umum, karena oksalat berlimpah di banyak makanan, terutama kopi.

Dr Indra merekomendasikan memilih kopi dengan kandungan asam rendah untuk orang yang menderita asam lambung atau GERD. Arabica dan Robusta adalah dua jenis kopi. Keduanya memiliki jumlah keasaman yang berbeda: “Robusta lebih asam.”






Leave A Comment